Senin, 09 Juli 2012

LAPORAN PRAKTIKUM LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT


A.   Tujuan
1.      Mengamati gejala-gejala hantaran listrik melalui larutan
2.      Membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit
3.      Membedakan larutan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah
B.   Dasar Teori
Larutan adalah campuran yang antar zat penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan bersifat homogeny di setiap bagian campuran (baik fase, komposisi dan sifat fisik lainnya..
Berdasarkan daya hantarnya, larutan dapat di kelompokkan menjasdi dua macam, yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
1.      Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Hal tersebut disebabkan adanya ion-ion positif dan ion-ion negative yang berasal dari senyawa elektrolit yang terurai dalam larutan. Hantaran listrik melalui larutan dapat ditunjukkan dengan alat penguji elektrolit. Adanya aliran listrik melalui larutan ditandai oleh menyalanya lampu pijar pada rangkaian itu dan/atau adanya suatu perubahan (missal timbul gelembung) pada salah satu atau kedua elektrodenya.

Contoh ionisasi larutan elektrolit :
a)      HCl → H + Cl                     (asam)
b)      KOH → K + OH     (basa)
c)      NaCl → Na + Cl      (garam)
Berdasarkan daya hantar listrik, larutan elektrolit dibagi menjadi dua sebagai berikut:
a)      Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik basar, sehingga menyebabkan nyala lampu terang. Contoh: larutan asam kuat (HCl, HBr, HSO, HNO), basa kuat (LiOH, NaOH, KOH, Ba(OH)), asam-asam oksihalogen (HClO, HlO, HClO, HlO), dan garam-garam (NaCl, KCl).
b)      Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik lemah/kecil, sehingga menyebabkan nyala lampu redup atau hanya timbul gelembung gas saja. Contoh: CHCOOH, Al(OH), AgCl, CaCO.
2.      Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik yang dikarenakan zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral (tidak terurai menjadi ion-ion) yang tidak bermuatan listrik. Contoh: larutan gula (C₁₂H₂₂O₁₁), urea (CO(NH)),dan etanol (CHOH).

Teori Ion Svante Arrhenius
            Pada tahun 1887, Arrhenius berhasil menjelaskan hantaran listrik melalui elektrolit dengan teori ionisasi. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantar listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion itulah yang menghantar arus listrik melalui larutan.
Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu NaCl, HCl, NaOH, dan CHCOOH dalam air terurai menjadi ion ion sebagai berikut :
            NaCl → Na + Cl
            HCl → H + Cl
            NaOH → Na + OH
            CHCOOH → CHCOO + H

Eektrolit Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen Polar
a.       Senyawa Ion
Seperti telah diketahui, senyawa ion terdiri atas ion-ion, misalnya NaCl dan NaOH. NaCl terdiri ats ion-ion Na dan Cl, sedangkan NaOH terdiri atas Na dan OH. Dalam Kristal (padatan), ion-ion itu tidak dapat bergerak bebes, melainkan diam pada tempatnya. Oleh karena itu, padatan senyawa ion tidak menghantar listrik. Akan tetapi, jika senyawa ion dilelehkan atau dilarutkan, maka ion-ionny dapat bergerak bebas, sehingga lelehan dan larutan senyawa ion dapat menghantar listrik.
b.      Senyawa Kovalen Polar
Berbagai zat dengan molekul polar, seperti HCl dan CHCOOH, jika dilarutkan dalam air dapat mengalami ionisasi sehingga larutannya dapat menghantar listrik. Hal itu terjadi karena antar molekul polar tersebut terdapat suatu gaya tarik-menarik yang dapat memutuskan ikatan-ikatan tertenu dalam molekul tersebut. Meskipun demikian, tidak semua molekul polar dapat mengalami ionisasi dalam air. Molekul nonpolar, sebagaimana dapat diduga, tidak ada yang bersifat elektrolit.
            Perbedaan antara elektrolit senyawa ion dengan senyawa kovalen polar disimpulkan sebagai berikut.

        Daya hantar
Jenis
Elektrolit
Padatan
Lelehan
Larutan
Senyawa ion
nonkonduktor
Konduktor
Konduktor
Senyawa kovalen
nonkonduktor
Nonkonduktor
Konduktor


C.   ALAT DAN BAHAN
1.      Alat:
·         1 set alat uji elektrolit
a)      Sumber arus DC (adaptor)
b)      Kabel
c)      Bola lampu
d)     Elektroda
e)      Saklar
·         Gelas kimia
·         Tissue / pengering
·         Data pengamatan
2.      Bahan:
·         Air jeruk
·         Air tomat
·         Air sabun
·         Air garam
·         Air gula
·         Air kapur
·         Air aki

D.   CARA KERJA
1)      Dibersihkan terlebih dahulu semua peralatan yang akan digunakan dan dikeringkan
2)      Dimasukkan larutan secukupnya ke dalam gelas kimia yang bersih dan kering
3)      Diuji daya hantar listriknya dengan menggunakan rangkaian alat penguji elektrolit dengan cara mencelupkan elektroda ke dalam larutan
4)      Diamati perubahan yang terjadi dan apakah lampu menyala (catat dalam tabel pengamatan)
5)      Dibersihkan dahulu elektroda dengan air dan dibersihkan
6)      Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan lain yang tersedia
E.   DATA PENGAMATAN
Pecobaan ke-
Larutan
Nyala Lampu
Keterangan gelembung gas
Terang
Redup
Tidak nyala
1.
Air garam
ü  
-
-
Banyak
2.
Air jeruk
-
-
ü   
Tidak ada
3.
Air aki
ü  
-
-
Banyak
4.
Air sabun
-
-
ü   
Tidak ada
5.
Air kapur
-
-
ü   
Ada
6.
Air gula
-
ü   
-
Banyak
7.
Air tomat
-
-
ü   
Tidak ada

F.    DISKUSI KELOMPOK
DATA PENGAMATAN YANG BENAR
Percobaan ke-
Larutan
Nyala lampu
Keterangan gelembung
Terang
Redup
Tidak nyala
1
Air garam
ü   
-
-
Banyak
2
Air jeruk
-
-
ü   
Ada
3
Air aki
ü   
-
-
Banyak
4
Air sabun
ü   
-
-
Banyak
5
Air kapur
ü   
-
-
Banyak
6
Air gula
-
-
ü   
Ada
7
Air tomat
-
-
ü   
Ada

BAHAN DISKUSI:
1.      Masalah apakah yang dialami oleh kelompok kami sehingga hasil percobaan uji elektrolit yang dilakukan tidak seperti pada umumnya?
Dan mengapa demikian?
HASIL DISKUSI
-          Larutan air jeruk dan air tomat seharusnya lampu tidak menyala dan ada gelembung akan tetapi dalam uji elektrolit yang kami lakukan larutan air jeruk dan air tomat tidka menyala dan tidak memiliki gelembung, ini mungkin terjadi karena alat ui elektrolit kami kotor.
-          Larutan air kapur sabun dan air kapur seharusnya lampu menyala terang dan ada banyak gelembung akan tetapi dalam uji elektrolit yang kami lakukan larutan air sabun dan air kapur tidak menyala dan tidak ada glembung, ini mungkin terjadi karena alat uji elektrolit kami kotor/rusak, atau bahkan salah.
-          Larutan air gula seharusnya lampu tidak menyala dan ada gelembung akan tetapi dalam uji elektrolit yang kami lakukan larutan air ula menyala redup dan ada banyak gelembung, ini mungkin terjadi karena alat uji elektrolit kami rusak atau bahkan salah
G.  JAWAB PERTANYAAN
Soal
1.      Sebutkan larutan yang termasuk larutan elektrolit dan larutan non elektrolit !
2.      Sebutkan gejala yang timbul pada uji larutan elektrolit dan larutan non elektrolit !
3.      Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nn elektrolit tidak dapa menghantarkan listrik?
Jawab
1.
Ø  Elektrolit kuat             = air garam, air sabun, air aki, dan air kapur
Elektrolit lemah           = air jeruk, air tomat, air gula
Ø Non elektrolit              = tidak ada
2.         Elektrolit gejalanya                      = ada gelembung, lampu menyala
Non elektrolit gejalanya               = tidak ada gelembung, lampu tidak menyala
3.         Elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas
Non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral yang tidak bermuatan listrik
H.  KESIMPULAN
-          Bila alat uji elektrolit menyala terang dan banyak gelembung berarti larutan yang diuji coba termasuk larutan elektrolit kuat.
-          Bila alat uji elektrolit menyala redup dan ada sedikit gelembung berarrti larutan yang diuji coba termasuk larutan elektrolit lemah.
-          Bila alat uji elektrolit tidak menyala tetapi ada gelembung berart larutan yang diuji coba termasuk larutan elektrolit lemah.
-          Bila alat uji elektrolit tidak menyala dan tidak ada gelembung berarti larutan yang diuji adalah termasuk larutan nonelektrolt.
I.      SARAN
-          Periksa alat uji elektrolit secara teliti, karena alat ui yang tidak benar akan mempengaruhi hasi percobaan
-          Bersihkan alat uji elektrolit terlebih dahulu sebelum digunakan agar kotoran yang menempel bisa hilang
-          Laurtan yang diuji jika seperti air jeruk, air toat, air kapur air garam, air sabun usahakan dengan mencampurkn air secukupnya, jangan terlalu banyak ataupun terlalu sedikit
-          Lebih baik percobaan dilakukakan lebih dari 1 kali, tuuannya untuk lebih meyakinkan atau memastikan terhadap hasinya
-          Bersihkan alat uji elektrolit supaya larutan yang telah diujikan tidak lagi menempel pada elektroda
-          Usahakan menuangkan larutannya seckupnya saja agar larutan yang akan diuji tidak tumpah
-          Untuk pengujian air aki lakukan dengan hai-hati kalit kita akan terasa gatal bila terpecik/terkena larutan tersebut
-          Dan yang palin utama dalam melakukan ercobaan secara berkelompok adalah menjaga kekompakan antar anggota, agar percobaan bisa mudah terlakasanakan, saling membantu diantara anggota yang membutuhkan dalam kelompok dan menjauhi sifat egoisme maupun menang sendiri, karena kerjasama yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula

DAFTAR PUSTAKA
-            Departemen Pendidikan Nasional.2006. Standart Isi 2006, Mata Pelejaran Kimia SMA/MA.Jakarta : Pusat Kurikulum
-            Purba, Michael dan Soetopo Hidayat. 2000. Kimia 2000 untuk SMA kelas 1. Jilid I B. Jakarta : Erlangga
-            Parning dan Horale. 2003, Kimia IB untuk kelas 1 SMA. Edisi Kedua. Jakarta Yudhistira
-            Purba, Michael. 2007. Kimia untuk kelas X. Jakarta Erlangga
-            Sumber internet:



2 komentar:

  1. Terimakasih. .
    Laporannya sangat membantu ^_^

    BalasHapus
  2. Sama2 :)
    Terimakasih sudah mampir semoga bermanfaat :3

    BalasHapus